Tentang Kami

Dusun Joho

Kampung Joho atau Padukuhan Joho terletak di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampung Joho memiliki luas wilayah 23 Ha dengan wilayah yang umumnya terdiri dari perumahan yangn cukup padat dan persawahan. Wilayah Kampung Joho juga dibatasi oleh dua buah sungai di bagian timur dan barat. Lokasi Kampung joho sendiri tidak begitu jauh dari pusat kota Yogyakarta dan beberapa kampus ternama di Yogyakarta seperti Universitas Gajah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta. Sehingga tidak heran banyak pendatang yang bekerja dan sebagai mahasiswa yang memilih Kampung Joho sebagai tempat bermukim.

Gapura Selamat Datang Dusun Joho

Kampung Joho memiliki jumlah penduduk sebanyak 1197 KK atau 3.376 jiwa. Di Kampung Joho terdapat beberapa sentra ekonomi yang cukup berkembang dan menjadi mata pencaharian masayarakat Kampung Joho seperti sentra konveksi, pabrik tahu, kerupuk, topi dan masih banyak lagi.

Kampung STEM Joho

Dewasa ini, perkembangan yang semakin pesat di berbagai bidang menuntut masyarakat untuk mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada di Abad 21 ini. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan menjadi keharusan agar tidak lagi tertinggal di tengah arus perkembangan yang semakin pesat saat ini.

Kampung STEM Joho merupakan program yang diinisiasi oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan aplikatif yang mengitegrasikan pengetahuan sains, matematika, enjiniring dan teknologi yang selama ini diterapkan di sekolah agar dapat diaplikasikan langsung di masyarakat. Kampung STEM Joho dilaksanakan di Pedukuhan Joho, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.

STEM yang merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering dan Mathematics merupakan suatu pembelajaran yang mengintegrasikan keempat subjek tersebut. STEM umumnya dilakukan pada pembelajaran di kelas. Dengan melihat kebermanfaatan pembelajaran STEM dalam pembelajaran di kelas dan terutama juga dalam menghadapi tantangan Abad 21 saat ini, diinisiasilah kegiatan di kampung Joho sebagai aplikasi lain pembelajaran STEM di masyarakat.

Beberapa kegiatan telah dilakukan setiap pekannya dengan melibatkan anak-anak dan ibu-ibu Kampung Joho. Kegiatan anak-anak dilakukan setiap hari jumat dengan memberikan beberapa aktivitas atau projek STEM seperti membuat wigglebot, paper flyer, CBS-power Rocket, Thermometer, rumah tahan gempa dan beberapa aktivitas interaktif lainnya. Sementara kegiatan ibu-ibu lebih mengarah kepada aktivitas STEM yang dapat membantu mereka untuk meningkatkan kreativitas dan juga taraf perekonomiannya seperti Ecoprint, Shibori dan pembuatan minyak essensial

Peresmian Kampung Joho Menjadi Kampung STEM

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, H.E. Muhadjir Effendy, meluncurkan “Kampung STEM” pada Jumat, 16 November, di Balai Pedukuhan Joho, Yogyakarta, Indonesia.

Proyek ini diprakarsai oleh SEAQiM bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Guru Matematika dan Tenaga Kependidikan (CDEMTEP). Ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk berkontribusi pada komunitas lokal Desa Joho yang tinggal di lingkungan SEAQiM dan CDEMTEP. Kedua institusi percaya bahwa Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika, disingkat STEM, adalah salah satu pilar keberhasilan dalam persaingan global. Oleh karena itu, perlu diperkenalkan tidak hanya kepada siswa melalui pendidikan formal di sekolah tetapi juga elemen masyarakat lainnya, seperti orang tua.

Dalam acara peluncuran di Balai Pedukuhan Joho, H.E. Muhadjir Effendy mengatakan, “Sangat sering, matematika diajarkan tidak dengan cara yang menyenangkan. Sehingga, sebagian anak takut untuk belajar matematika. Itulah mengapa proyek ini merupakan awal yang sangat baik karena memperkenalkan anak-anak kita pada penerapan STEM sehari-hari melalui pendekatan yang menarik.”

Secara umum, ruang lingkup kegiatan yang dilakukan di “Kampung STEM” terbagi menjadi dua. Kegiatan pertama adalah pendampingan anak usia sekolah untuk belajar matematika melalui kegiatan STEM sederhana. Kegiatan kedua adalah pendampingan orang tua untuk melakukan kegiatan pengembangan STEM di tingkat rumah tangga. Salah satu kegiatan yang menarik minat mereka adalah membuat motif batik menggunakan daun dan beberapa peralatan dapur sederhana seperti kompor dan kukusan.

“Kami ingin memfasilitasi siswa dan orang tua untuk belajar berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan abad 21 dengan tetap menghargai lingkungan. Itu sebabnya sebagian besar bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran STEM di Kampung STEM berasal dari bahan daur ulang,” tambah Direktur SEAQiM, Dr. Wahyudi.

Kegiatan “Kampung STEM” dilaksanakan seminggu sekali dan difasilitasi oleh tim akademik SEAQiM dan CDEMTEP dengan dukungan dari aparat Desa Joho. Lebih dari 70 anak usia sekolah dan orang tua mendapatkan manfaat dari proyek ini.