Pelatihan Ecoprint

0 Comments

Salah satu aktivitas yang dilakukan ibu-ibu Kampung STEM adalah pembuatan ecoprint. Ecoprint merupakan teknik pewarnaan yang diberikan pada pola yang sudah disiapkan dengan menggunakan pewarnaan alami. Biasanya pewarna alami yang digunakan berasal dari daun, serat kayu tanaman, bunga dan sebagainya. Ecoprint yang telah dibuat di Kampung STEM menggunakan warna dari berbagai macam daun dan bunga. Beberapa macam daun mengeluarkan warna yang sangat indah dan bahkan bisa berbeda-beda tergantung pula pada jenis kain yang digunakan. Jenis kain yang pernah digunakan seperti katun, voal, linen hingga sutra. Beberapa jenis daun yang digunakan adalah sebagai berikut:

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi meninjau proses pembuatan batik Ecoprint
Gambar DaunWarna
JatiMerah, ungu, pink
KelorHijau
Jarak kepyarHitam
MindiHijau
Daun pepayaHijau
Daun Kenikirhijau, coklat
Daun seledriHijau
Daun dadap serepHijau
Daun kleresedeHijau
Daun alpukatCoklat
Daun lanangKuning, hijau tua
Daun jenitriKuning kehijauan, hitam
Daun telangHijau
Daun bodiCoklat
Daun kalpataruCoklat, hitam
Daun sujiKrem, keputihan
Daun katuHijau, krem
Daun ketepeng keboKuning
Daun ubi jalarCoklat
Daun singkongHijau
Daun tabebuyaHitam
Bunga waruCoklat, kuning
Bunga kenikirOranye, kuning
Bunga telangUngu
Bunga mawarmerah, pink
Bunga lidah kucingHitam
Daun jarak wulungKrem

Proses Pembuatan Ecoprint

  1. Mordanting (Persiapan)Sebelum masuk ke tahap pembuatan ecoprint, untuk mendapatkan hasil yang baik maka sebagai tahap persiapan kain perlu melalui proses mordan atau mordanting. Mordan adalah proses pengikatan zat warna agar tidak larut dalam air atau kelembapan dengan menggunakan bahan seperti tawas, soda abu atau cuka. Proses ini juga dilakukan untuk membersihkan kain yang akan dibuat ecoprint dari zat-zat pabrik yang masih tersisa. Proses mordan adalah sebagai berikut:
    1. Siapkan kain yang akan dibuat ecoprint
    2. Larutkan tawas, cuka atau soda abu pada air
    3. Rendam kain selama semalam dalam larutan mordan.
    4. Atau selain direndam dapat pula dilakukan dengan mordan panas yaitu merebus kain dengan larutan tawas, cuka atau soda abu dengan takaran 1 liter air + 1 sendok tawas + sepucuk sendok teh soda abu. Setelah mendidih masukkan kain, didihkan selama satu jam dan didiamkan selama 2 hari 2 malam.
    5. Bilas kain dengan air biasa dan angin-anginkan di tempat sejuk selama 1 minggu.
    6. Jika kain sudah kering siap untuk digunakan untuk ecoprint.

Catatan: untuk kain sutera dan silk, soda abu diganti dengan Cream of Tartar.

Terdapat tiga macam teknik pembuatan ecoprint yang sudah dilakukan oleh Ibu-Ibu Kampung STEM Joho, sebagai berikut:

  1. Teknik Pounding
  2. Teknik Setrika
  3. Teknik Medium

Hasil Ecoprint Kampung STEM

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *